Banda Aceh – 26 Agustus 2026, Rumah Sakit Gigi Mulut Universitas Syiah Kuala (RSGM USK) menerima kunjungan Tim Japan International Cooperation Agency (JICA) Jepang dalam rangka pelaksanaan survei dan kajian terhadap sistem pendidikan profesi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Jepang dan Indonesia dalam mendukung pengembangan rumah sakit pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai kondisi bencana.
Kunjungan Tim JICA Jepang di RSGM USK menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung pelaksanaan pendidikan profesi, tata kelola rumah sakit pendidikan, kesiapan fasilitas, serta berbagai aspek pendukung dalam menciptakan lingkungan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang aman dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan survei ini, Tim JICA juga melakukan pertukaran informasi dan pengalaman mengenai sistem pendidikan profesi serta pengembangan kapasitas rumah sakit pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan masukan dan rekomendasi bagi peningkatan kualitas sistem pendidikan profesi di lingkungan RSGM USK dan Universitas Syiah Kuala.
Kerja sama Indonesia–Jepang dalam bidang ini memiliki arti strategis, khususnya dalam mendorong terwujudnya rumah sakit pendidikan tangguh bencana (disaster-resilient teaching hospital). Konsep tersebut tidak hanya menekankan pada kesiapan rumah sakit dalam menghadapi bencana, tetapi juga memastikan keberlangsungan pendidikan, pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, serta kesiapan tenaga kesehatan dalam situasi darurat.
RSGM USK menyambut baik kunjungan dan survei yang dilakukan oleh Tim JICA Jepang sebagai langkah awal untuk memperluas kolaborasi dan meningkatkan kapasitas institusi. Sinergi antara RSGM USK, Universitas Syiah Kuala, dan mitra Jepang diharapkan dapat terus berkembang melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan sistem manajemen risiko bencana, serta pengembangan fasilitas dan infrastruktur rumah sakit pendidikan.
Dengan adanya kerja sama ini, RSGM USK berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan profesi kedokteran gigi sekaligus memperkuat ketangguhan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kolaborasi Indonesia–Jepang diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan rumah sakit pendidikan yang aman, tangguh, berkualitas, dan berkelanjutan.

Comments are closed